Minggu, 21 April 2013

SEJARAH ASAL KATA /ISTILAH “GIZI” SEBAGAI TERJEMAHAN KATA INGGRIS “NUTRITION”


Prof. Soekirman
oleh : Prof. Soekirman
Guru Besar (Em.) Ilmu Gizi, Fakultas Ekologi Manusia, IPB, Bogor/ Ketua Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia (KFI)


Istilah Gizi dan Ilmu Gizi baru dikenal di Indonesia sekitar awal tahun 1950an, sebagai terjemahan kata ”Nutrition” dan “Nutrition Science”.  Meskipun belum resmi ditetapkan oleh Lembaga Bahasa Indonesia, istilah Gizi dan Ilmu Gizi telah  dipakai oleh Prof. Djuned Pusponegoro, dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar ilmu penyakit anak di Fakultas Kedokteran UI tahun 1952. Tahun 1955 , Ilmu Gizi resmi menjadi mata kuliah di Fakultas Kedokteran UI, dan tahun 1958 secara resmi dipakai dalam pidato pengukuhan Prof. Poerwo Soedarmo sebagai Guru Besar Ilmu Gizi pertama di Indonesia, di Fakultas Kedokteran UI.  Sejak itu sampai  sekarang banyak Fakultas Kedokteran ,  Fakultas Pertanian , Fakultas Teknologi Pangan, Fakultas Kesehatan Masyarakat  telah mendirikan Bagian atau Departemen Ilmu Gizi. Tahun 1965 di Jakarta diresmikan Akademi Gizi dari Departemen  Kesehatan, yang sampai sekarang tersebar di hampir semua propinsi di Indonesia sebagai Pendidikan Politeknis Kesehatan Jurusan Gizi. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak tahun 1958 memasukkan Ilmu Gizi dalam Kongres Ilmu Pengetahuan Nasional (KIPNAS) pertama, dan selanjutnya sejak tahun 1973 tiap  4 tahun sekali LIPI menyelenggarakan Widyakarya Nasional Pangan dan GIZI (WNPG) sampai tahun 2008.  WNPG  ke XI akan diadakan pada bulan Nopember 2012 di Jakarta.
Pengesahan kata Gizi sebagai terjemahan Nutrition dan Nutrition Science, dilakukan oleh Lembaga Bahasa Indonesia UI, waktu itu dipimpin oleh alm. DR. Haryati Soebadio. Alm. Prof. Poerwo Soedarmo, waktu itu Direktur Lembaga Makanan Rayat , Departemen Kesehatan RI, dan diangkat sebagai bapak Ilmu Gizi Indonesia, oleh Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), pada suatu hari tahun 1958  menugaskan 4 Mahasiswa tingkat akhir (termasuk penulis) Akademi Pendidikan Nutritisionis-Ahli Diit , Bogor  – yang tahun 1965 dirubah namanya menjadi Akademi Gizi, Jakarta – , menghadap Direktur Lembaga Bahasa Indonesia,  Fakultas Sastra, UI, waktu itu di Jalan Diponegoro, Jakarta. Tujuannya untuk mendapat petunjuk terjemahan yang benar dan ilmiah untuk kata  Inggris “Nutrition”, dan “Nutrition Science” kedalam bahasa Indonesia.  DR. Soebadio, menjelaskan tentang akar bahasa Indonesia kebanyakan dari bahasa Arab dan Sanksekerta. Kata Inggris Nutrition dalam bahasa Arab di sebut GHIZAI, dan dalam bahasa Sanksekerta SVASTAHARENA. Keduanya artinya sama, makanan yang menyehatkan.  Atas petunjuk tersebut Prof. Poerwo Soedarmo memilih kata GIZI sebagai terjemahan resmi kata nutrition,  yang sejak tahun 1952 kata GIZI itu  sudah dipakai di kalangan  ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat.  Sedang kata SVASTAHARENA di pakai dalam lambang organisasi PERSAGI sampai sekarang.
Dalam Undang-Undang, istilah atau kata GIZI  telah resmi dipakai dalam  1). Undang-Undang  no 7 tahun 1996 tentang Pangan (Pasal 1 no 13,14; Bab III Mutu Pangan dan Gizi, Pasal 27 : 1-4; dan 2) Undang-Undang no 36 tahun 1999 tentang Kesehatan ,  Bab VIII tentang Gizi dan pasal 141.
Definisi Ilmu Gizi terus berkembang sesuai dengan perkembangan ilmunya.  Dalam kuliah-kuliah saya , Ilmu Gizi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari ”Proses Makanan sejak masuk mulut sampai dicerna oleh organ-organ pencernaan, dan diolah dalam suatu sistem metabolisme  menjadi zat-zat kehidupan  (zat gizi dan zat non gizi) dalam darah dan dalam sel-sel tubuh  membentuk jaringan tubuh dan organ-organ tubuh dengan fungsinya masing-masing  dalam suatu sistem, sehingga menghasilkan  pertumbuhan (fisik) dan perkembangan (mental), kecerdasan, dan produktivitas sebagai syarat  dicapainya tingkat kehidupan sehat, bugar dan sejahtera.”
Sedang ilmu gizi publik, yang saya dalami, adalah ilmu gizi yang diaplikasikan   untuk kesejahteraan publik (masyarakat luas) dengan tidak saja mengkaitkannya dengan masalah kesehatan masyarakat, tetapi juga dengan masalah-masalah ekonomi, kemiskinan, pertanian, lingkungan hidup, pendidikan , kesetaraan gender, dan masalah-maslah pembangunan manusia lainnya. Secara pendek dan populer ilmu gizi sering  diartikan sebagai ilmu yang mempelajari hubungan makanan dengan kesehatan.

SUMBER : Soekirman, Prof.PhD (1999/2000), “Arti kata Gizi dan Definisi Ilmu Gizi”, dalam buku Ilmu Gizi dan Aplikasinya, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, hal 5.

Jumat, 25 Januari 2013

Ayo Cek! Sudahkah Anda Sadar Gizi?

Sadar Gizi adalah bila : (5 indikator berdasarkan SK Menkes No.747/Menkes/SK/VI/2007)
1.       Menimbang berat badan secara teratur, keluarga anda bisa dikatakan menimbang secara teratur jika dalam 6 (enam) bulan terakhir semua anggota keluarga menimbang berat badan lebih dari 4 bulan berturut-turut
2.      Memberikan Air Susu Ibu (ASI) saja kepada bayi sejak lahir sampai umur enam bulan, indikator ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki anak, jika anak anda mendapatkan ASI eksklusif, maka anda bisa memenuhi kriteria KADARZI.
3.       Makan beraneka ragam, setiap anggota keluarga mengonsumsi lauk hewani dan buah setiap hari
4.      Menggunakan garam beryodium, perhatikan kemasan garam dapur yang di gunakan di rumah anda apakah sudah memiliki label garam beryodium atau belum.
5.      Minum suplemen gizi sesuai anjuran, hanya kelompok tertentu yang masuk dalam kategori ini, yaitu balita dan ibu nifas mendapatkan Vitamin A serta ibu hamil mendapatkan tablet tambah darah.

catatan : Program Kadarzi (Keluarga Sadar Gizi) yg dicanangkan pd tahun 2007 kini telah dikuatkan oleh Program Gerakan Nasional (Gernas) Sadar Gizi sejak tahun 2012
 

Pedoman Gizi Seimbang

4 Prinsip Pedoman Gizi Seimbang
1. Variasi makanan
2. Pentingnya pola hidup bersih
3. Pentingnya pola hidup aktif dan olahraga
4. Memantau berat badan ideal
 
Prinsip 1 Pedoman Gizi Seimbang : Variasi makanan, proporsi sesuai anjuran dlm Tumpeng Gizi Seimbang
•Sumber zat pembangun. Zat pembangun diperoleh dari ikan, telur, ayam, daging, susu, kacang-kacangan dan sebagainya.
•Sumber zat pengatur. Zat pengatur diperoleh dari sayur dan buah-buahan.
•Sumber energi/tenaga. Sumber energi diperoleh dari beras, jagung, sereal/gandum, ubi kayu, kentang dan yang semisal dengannya.
 
Prinsip 2 Pedoman Gizi Seimbang : Pentingnya Pola Hidup Bersih
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2. Memberi ASI ekslusif
3. Menimbang bayi dan balita
4. Menggunakan air bersih
5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik di rumah
8. Makan buah dan sayur setiap hari
9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
10. Tidak merokok di dalam rumah
 
Prinsip 3 Pedoman Gizi Seimbang : Pentingnya pola hidup aktif dan olahraga
• Melakukan olahraga secara teratur (3-4 kali per minggu) dapat membantu menghindari gangguan pola siklus menstruasi yang tidak teratur selain dapat menjaga kesegaran jasmani (Dayanti, 2004)
• Jenis olah raga seperti basket, voli, lari, jalan kaki, sepak bola, dll yg dilakukan teratur 3x seminggu dengan durasi minimal 30 menit dapat meningkatkan densitas tulang (Fikawati, 2005)"
 
Prinsip 4 Pedoman Gizi Seimbang : Memantau berat badan ideal
Menghitung BB Ideal = 90% (TB - 100)
Menghitung IMT (Indeks Massa Tubuh) = BB/(TBxTB)
 catatan : TB utk menghitung BBI dlm centimeter, TB utk menghitung IMT dlm meter
Kategori IMT:
< 18,5 = Kurus
18,5 – 22,9 = Normal
23 – 24,9 = Overweight
25 – 29,9 = Obesitas
> 29,9 = Obesitas tingkat berat

Cara Mempertahankan BB Normal
- Pertahankan kebiasaan makan sehari-hari dengan susunan menu gizi seimbang.
- Pertahankan kebiasaan olah raga yang teratur dan tetap melakukan kebiasaan fisik sehari-hari

Hari Gizi Nasional 2013

Latar Belakang Peringatan HGN 2013 dengan tema "Mewujudkan Gizi Seimbang Untuk Mengatasi Masalah Gizi Ganda"
1.     Terjadi masalah gizi kurang dan gizi lebih pada semua kelompok umur dan jenis kelamin di Indonesia.
2.  Belum memadainya mutu gizi dan keragaman pangan penduduk disebabkan masih rendahnya konsumsi pangan hewani, sayur dan buah. Data tersebut menunjukkan masih banyak masyarakat Indonesia yang belum sadar gizi dalam menerapkan gizi seimbang.
3.   Kekurangan dan kelebihan gizi pada masa janin sampai usia dua tahun berdampak buruk pada kualitas manusia pada usia selanjutnya.

Focused Point :
1.   Menanggulangi masalah gizi kurang dan gizi lebih, mewujudkan gizi seimbang sebagai salah satu upaya perbaikan gizi dengan penganekaragaman konsumsi pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat dan mendukung hidup sehat, bugar, cerdas, aktif dan produktif
2.      Penerapan KADARZI
3.    Scale Up Nutrition (SUN) movement / Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1000 HPK)

Jumat, 25 Januari 2013
adalah Peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) yang ke-62 dengan tema "Mewujudkan Gizi Seimbang untuk Mengatasi Masalah Gizi Ganda", merupakan momen untuk membangkitkan dan membangun pentingnya kesadaran dan perilaku gizi seimbang dalam mengatasi masalah gizi ganda masyarakat Indonesia, terutama pada ibu dan anak.